|
Selasa, 19 Agustus 2008
|
|
Raga bernyawa… Jantung berdegub… Darah mengalir… Masih ada kehidupan
Tetapi… Mengapa hembusan nafas terasa berat Mengapa deguban jantung terasa pelan Dan seolah berhenti Mengapa aliran darah terasa lambat
Masih inginkah aku hidup? Masih inginkah aku melihat duniaku? Masih adakah masa depanku! Masih adakah arti hidup!
Hahhhh!!!!! Teriakanku hancurkan karang Tapi hembusan nafas tetap terasa berat
Tangisanku pekakkan telinga Tapi jantung tak berhenti berdegup
Amarahku gemparkan kota Tapi darah tetap mengalir
Dan ku lelah dengan semuanya Hingga ku terhenti Dititik jenuhku... Source: http://kemudian.com/node/160005
Ketika semua yang ada di angan sebatas harap. Semua yang dijalani begitu memuakkan. Memecahkan ego dan menghilangkan semua yang ada di depan.
Terkadang tekad begitu membara. Bahkan tangan kanan ini mengepal dengan kuatnya. Tapi gw gak tahu. Semua begitu statik. Ingin rasanya gwa berjalan jauh. Meloncat-loncat seperti hewan² kecil yang bersorak-ria menikmati. Atau seperti burung yang mengepakkan kedua sayapnya tanpa ada larangan batas wilayah. Ah... ketika semua semangat sudah membara. Kejenuhan tiba² muncul. Menghapus semua yang terencana. Dan menganggap semuanya menjadi seperti begitu memuakkan.
Sampai kapan kejenuhan ini ada?
|
loh kok?!!!!!
tapi itu dah lama khan? hehehehe