|
Selasa, 01 Januari 2008
|
|
Hari ini tepat hari pertama di tahun yang baru. 2008. Entah apa kata orang tentang tahun ini. Apakah tahun macan, singa atau kucing sekalipun, gwa gak peduli. Yang jelas di tahun ini harus ada yang lebih berbeda. Tak banyak memang yang harus diubah. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba. Tapi sedikit saja yang jadi pertanyaan gwa. Mengapa perubahan itu harus dilakukan di tahun yang baru? Sebenarnya kan ada banyak waktu untuk melakukan hal itu. Sebenarnya perubahan ke arah yang lebih baik bisa kita terapkan sewaktu-waktu. Kapan saja. Oke-lah, bukannya menyalahkan akan hal itu, tapi emang minimal ada hal yang bisa kita banggakan di tahun yang baru. Semangat. Di tahun ini, apa aja yang harus kita benahi? apa yang harus kita buang? dan apa pula yang patut untuk kita pertahankan? Semuanya hanya diri kita yang menjawabnya. Takut untuk berubah? takut untuk melakukan perubahan? itu adalah ego yang harus kita buang jauh2. memang sich perubahan tak akan selalu berbuah manis. Semua tak selalu berakhir seperti yang kita harapkan. Tapi, orang yang mau maju, adalah orang yang mau melakukan itu ! Dan semua selalu ada rasa. Pahit dan manis. Jika terlalu takut akan rasa pahit, tentu akan sulit untuk merasakan yang manis. Yang jelas, saatnya untuk merenung. Bukan merenungi kesalahan2 kita di tahun yang lalu, tapi merenungi apa saja yang musti kita "benahi". Semoga di tahun ini kita bisa lebih baik lagi. Kalau nggak sekarang, KapanLagi ??? Komentar (2) | Selengkapnya...
|
|
|
Kalau Bosan. Enaknya Ngapain ???
|
|
Rabu, 01 Agustus 2007
|
|
Pernahkah dalam hidup anda merasakan bosan yang amat sangat. Sehingga hari ini seperti tiada lagi daya untuk melakukan suatu rutinitas yang menjadi kegiatan kita sehari-hari.
Sudah pasti setiap pekerja pernah merasakan BOSAN ketika sedang melakukan pekerjaannya. Entah karena jenuh sudah melakukan rutinitas yang sama bertahun-tahun, entah karena suasana kantor yang memang tidak ‘hidup’ dan membosankan, atau karena waktu kerja anda tidak seimbang dengan apa yang anda kerjakan. Akibatnya, beberapa jam kerja diisi dengan ‘tidak tahu harus ngapain’. Benar-benar bosan! Apa jalan keluarnya kalau sudah begini?
1. Tahukah anda bahwa angka pengangguran di Indonesia makin meningkat saja?. Karena itu, rasanya tidak pantas untuk mempertahankan rasa bosan tersebut sementara anda musti bersyukur sudah memiliki pekerjaan. Bersyukur memang salah satu cara ampuh untuk mengusir kejenuhan. Kesadaran ini juga bisa membuat anda bekerja dengan lebih antusias dan lebih baik dari sebelumnya.
2. Mungkin anda bosan karena melakukan segala sesuatu dengan saklek. Bagaimana jika anda mulai menciptakan ‘ritual’ ala anda sendiri, yang paling enak dan menyenangkan sesuai mood anda, dengan syarat pekerjaan tetap harus selesai, bahkan melebihi target. Misalnya membawa musik kesukaan kekantor dan mendengarkannya selama anda bekerja atau menghabiskan waktu setengah jam menghirup udara pagi di luar ruangan sebelum mulai kerja.
3. Secara psikologis, otak manusia akan terus‘haus’ dalam mencari info baru. Karena itu jika anda mulai merasa bosan, isi waktu anda dengan belajar. Menambah skill yang berhubungan dengan pekerjaan atau skill lainnya untuk menambah pengetahuan, bisa anda lakukan lewat membaca buku, surfing internet, atau obrolan dengan rekan senior.
Komentar (3) | Selengkapnya...
|
|
|
Atasi Kejenuhan dari Rutinitas
|
|
Kamis, 18 Januari 2007
|
|
 Holiday Rutinitas dan pekerjaan yang monoton
seringkali menimbulkan kejenuhan. Dan, itu merupakan hal yang
manusiawi, namun meski demikian, kita tak boleh membiarkan keadaan
tersebut berlarur-larut. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat
merusak kualitas kerja serta mengganggu secara psikologis. Berikut kami
sampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan.
Perluas Cakrawala
Perkembangan manusia berlangsung secara terus-menerus, tak peduli
berapapun usianya. Otak kita dirancang untuk terus berkembang, sehingga
butuh terus ditambahi dengan hal-hal baru. Untuk itu sebagai sebuah
pemenuhan kebutuhan, perluaslah pengetahuan. Belajarlah hal-hal baru
tanpa henti. Menimba ilmu tidak harus melalui sebuah instansi, Anda
dapat belajar hal-hal baru dari lingkungan sekitar. Bisa berupa
ketrampilan baru, membaca koran atau buku-buku, atau hal-hal lainnya.
Buat Tantangan Baru
Seperti saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru,
hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi
begitu seminggu berlalu, akan mulai tumbuh kebosanan. Tak jauh beda
dengan kita orang dewasa dan pekerjaan yang kita geluti. Bedanya dengan
anak-anak, sebagai orang dewasa kita dituntut untuk bertahan dan
menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk mengatasi hal ini, Anda
bisa mencari tantangan baru di luar pekerjaan rutin. Luangkan waktu
luar pekerjaan untuk melakukan hal-hal baru guna menstimulasi minat
Anda, seperti misalnya ikut Yoga atau hal-hal lain yang belum Anda
kuasai.
Membuat Perubahan
Bertemu, melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari
pastinya membuat kita sangat bosan. Untuk menepis keobasanan tersebut,
Anda bisa melakukan perubahan-perubahan pada hal-hal kecil yang Anda
jumpai setiap hari. Seperti misalnya, letak meja di kantor, atau
mungkin wallpaper di komputer yang Anda gunakan setiap hari, dandanan
rambut, atau bahkan rute Anda menuju tempat kerja.
Ubah Bahasa Tubuh
Mungkin bahasa tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita
perhatikan. Namun, sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana
hati seseorang. Orang yang merasa bosan biasanya mulai duduk merosot,
menekuk wajah dan terlihat muram. Ketika kebosanan mulai menyergap,
cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum, lalu lihat efeknya pada
diri Anda.
Ciptakan Kenyamanan
Setiap orang, secara alamiah menyukai keadaan yang membuatnya
nyaman. Suasana yang nyaman mendorong kita untuk selalu senang. Jika
Anda penggemar musik, Anda dapat mendengarkan musik kesayangan sembari
bekerja. Atau mungkin Anda bisa mengubah ruang kerja sebagai tempat
yang nyaman. Bisa juga mencipatkan suasana yang ramah dan penuh canda
tawa bersama rekan kerja.
Ambil Libur
Minggu demi minggu berlalu, dan setiap hari kita berkutat dengan
rutinitas yang itu-itu saja. Untuk meredakan rasa jenuh, manfaatkan
setiap hari Sabtu-Minggu untuk benar-benar menikmati liburan. Tak perlu
pergi ke tempat pariwisata, Anda bisa juga berlibur dan bersantai
bersama keluarga di rumah. Banyak hal-hal yang dapat kita lakukan untuk
membuat rileks, seperti misalnya nonton film atau mungkin sekedar
jalan-jalan ke mall bersama keluarga. (erl)
Source: KapanLagi.com
Komentar (1) | Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 09 Januari 2007
|
|
Berdasarkan sebuah survey, beberapa penyakit yang sering dan biasanya dialami oleh wanita. 1. Nangisitis Akibat
terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek
sampingnya mata bengkak, saputangan basah, hidung meler, bawaannya
ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. 2. Curhatitis Bawaannya
pengen nyerocos, Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena
Nangisuitis, Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan. 3. Shooping Syndrome Gejalanya
pengen jalan mulu, mata melotot. Efek sampingnya lidah ngiler, mulut
nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium (parah banget)
dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum hematcold. 4. Cerewetisme Lebih
parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma. Efek samping
muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus
karena sering mengelus . 5. Lamanian Dandanitositis Pengennya
diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan
kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak. Efek samping :
menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan. Minum segera
Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi. 6. Cemburunitis Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik. Coba cegah dengan obat sirup prasangka baik tiga sendok sehari, Pil pengertian dan tablet selidiki dahulu. 7. Ngambekilitis Gejala hampir sama dengan Cemburunitis. Minumlah Sabaron !
Source: http://www.e-samarinda.com/forum/
Komentar (8) | Selengkapnya...
|
|
|
Kedudukan Niat dalam Beramal
|
|
Senin, 08 Januari 2007
|
Niat merupakan barometer untuk meluruskan amal perbuatan. Apabila niat baik, maka amalan menjadi baik. Sebaliknya, bila niat rusak, amalan juga akan rusak. Hal ini sesuai dengan hadits Rasululloh Shalallahu ‘alaihi Wassalam: “Dari Amiril Mukminin Abu Hafs Umar ibn Khottob Radhiyallohu‘anhu bahwasanya dia berkata: Aku mendengar Rasululloh Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Sesungguhnya segala amalan itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya. Maka barangsiapa yang hijrah-nya karena Alloh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya dinilai kepada Alloh dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak didapatkannya atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya dinilai sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR.Bukhari dan Muslim)[1].
An-Niyyaatu adalah bentuk jamak dari niyyatun, artinya tujuan. Dengan ungkapan yang lebih luas: Niat adalah tergeraknya hati menuju apa yang dianggapnya sesuai dengan tujuan baik berupa perolehan manfaat atau pencegahan mudarat.
Niat mengandung dua makna: 1. Bermakna pemisahan –-ibadah satu dengan lainnya misalnya, pemisahan antara sholat Dhuhur dan Ashar, atau pembedaan antara ibadah dan adat (‘Urf)—seperti juga pembedaan antara mandi janabat dengan mandi biasa. Niat dengan makna seperti ini banyak dijumpai dalam kitab-kitab fiqh para fuqoha. Perbedaan yang sering muncul dalam masalah niat (dalam pengertian ini) adalah masalah haruskah niat itu dilafalkan atau kah cukup dalam hati.
Para ulama telah banyak menjelaskan mengenai masalah ini, seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin,beliau berkata:”Dalam semua amalan, niat tempatnya dihati, bukan dilidah. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengucapkan niat dengan lisan ketika hendak sholat, puasa, haji, wudhu, atau amalan yang lain, maka dia telah melakukan kebid’ahan,mengamalkan sesuatu yang tidak ada asalnya dalam agama Alloh. Hal itu karena Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam ketika berwudhu, shalat, bersedekah, berpuasa, dan berhaji tidak pernah mengucapkan niat dengan lisan, karena niat memang tempatnya di hati.”[2] Memang niat merupakan amalan hati[3] yang tidak perlu untuk diucapkan, apabila kita ber-wudhu atau akan sholat maka inilah niat (amalan hati, terwujud dalam per-buatan), tidak mungkin bagi orang yang berakal dan tidak dipaksa melakukan sesuatu (entah itu amal yang baik maupun buruk) kecuali sudah dia niatkan. Oleh karena itu sebagian ahli ilmu mengatakan:” Kalaulah Alloh membebankan kamu suatu pekerjaan tanpa niat, pastilah pembebanan itu sesuatu yang tidak dapat dikuasainya”. 2. Niat bermakna pembedaan maksud seseorang dalam beramal. Apakah semata-mata karena Alloh, atau karena yang lainnya, atau karena bersamaan dengan lainnya. Maksudnya ada manusia yang beramal ikhlas karena Alloh, ada yang ingin dilihat dan dipuji orang lain, ada juga yang beramal supaya dipuji orang sekaligus memperoleh ridho dari Alloh. Bagi orang yang beramal hanya karena mengharapkan ridho Alloh semata dengan diiringi rasa raja’ (berharap) dan khauf (takut –akan siksaannya,pen) itulah orang-orang yang ikhlas [4].
Keikhlasan inilah point penting dalam setiap amalaliah perbuatan kita sekecil apapun itu. Ikhlas merupakan hakikat agama Islam, inti peribadatan seorang hamba, syarat diterimanya amal dan merupakan dakwahnya para Rosulullah. Tanpa keikhlas-an amal kita tidak ada artinya apa-apa. Dan untuk itulah, Alloh memerintahkan kita untuk menjalankan agama yang lurus dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya semata. Sebagaimana dalam firman-Nya:
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS.Al-Bayyinah : 5) Ayat ini mengisyaratkan kita dalam beramal hendaknya memperhatikan keikh-lasan niat kita dan sesuai dengan petunjuk agama-Nya yang lurus (sesuai dengan syari’at).
Bagi orang-orang yang beramal kepada selain Alloh ada beberapa macam: o Amalan riya’ semata-mata. Yaitu tidak dilakukan melainkan hanya supaya dilihat oleh makhluq karena tujuan duniawi. Maka amalan ini jelas tidak akan memberikan arti apa-apa dihadapan Alloh. Bahkan riya’ merupakan syirik ashghar (syirik kecil). Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: ”Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan kepada kalian adalah syirik kecil, para sahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan syirik kecil? Rasulullah menjawab,dia adalah riya”.[5]
o Amalan yang ditujukan bagi Alloh dan disertai riya’ dari asalnya, maka amalan seperti ini salah (bathil) dan terhapus (tidak mendapatkan pahala apapun disisi Alloh, bahkan berdosa). Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam ber- sabda: “Alloh Tabaraka Wata’aala berfirman:”Aku paling tidak butuh kesyirikan. Maka barangsiapa yang melakukan amalan yang mempersekutukan antara Aku dan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan kesyirikannya.”[6]
o Amalan yang ditujukan bagi Alloh dan disertai niat lain selain riya’. Contohnya : jihad fisabilillah hanya karena Alloh dan karena menghendaki harta rampasan perang, maka amalan seperti ini berkurang pahalanya, dan tidak sampai batal dan terhapus. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “Tidak ada seorangpun yang berjihad di jalan Alloh kemudian mendapatkan ghanimah melainkan telah menyegerakan dua pertiga pahala mereka diakhirat dan tinggal bagi mereka sepertiganya, dan jika tidak mendapatkan ghanimah maka mereka mendapatkan pahala yang sempurna.”[7]
o Amalan yang asalnya ditujukan bagi Alloh kemudian terbesit riya’ ditengah-tengahnya, maka amalan ini terbagi menjadi dua: o Jika riya’ tersebut terbesit sebentar dan segera dihalau maka riya’ tersebut tidak berpengaruh apa-apa. o Jika riya’ tersebut selalu menyertai amalannya maka yang rojih dari pendapat ulama adalah amalannya tidak batal dan dinilai niat awalnya sebagaimana dinukil pendapat ini dari Imam Hasan Al-Bashri. Adapun jika seseorang beramal ikhlas karena Alloh kemudian mendapat pujian sehingga dia merasa senang dengan pujian tersebut, maka hal ini tidak berpengaruh apa-apa terhadap amalannya sebagaimana dalam hadits Abu Dzar Radhiyallohu‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam ditanya seseorang yang beramal karena Alloh kemudian dipuji oleh manusia, maka beliau menjawab:”Itu adalah khabar gembira yang disegerakan bagi seorang mu’min.”[8]
Imam Hasan Al-Banna berkata, “Ikhlas adalah seorang akh Muslim yang bermaksud dengan kata-katanya, amalnya dan jihadnya, seluruhnya hanya kepada Alloh, untuk mencari ridho Alloh dan balasan yang baik dari Alloh dengan tanpa melihat kepada keuntungan, bentuk, kedudukan, gelar, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian ia menjadi tentara aqidah dan fikrah dan bukan tentara keinginan atau manfaat.”[9]
Cara-cara untuk menumbuhkan niat yang ikhlas: 1. Mengetahui arti keikhlasan dan urgensinya dalam beramal 2. Menambah pengetahuan tentang Allah swt dan hari kiamat. Dengan mengetahui ilmu tentang-Nya, maka seseoang mengenal Allah swt dengan sebenar-benarnya tentulah tidak akan berani berbuat syirik (menyekutukan Allah dengan selain-Nya di dalam niatnya). Ia juga akan mempertimbangkan amal-amalnya dan balasannya nanti di akhirat. 3.Memperbanyak membaca/berinteraksi dengan al-Qur’an, karena al-Quran adalah penyembuh dari segala penyakit dalam dada (QS.10:57) termasuk penyakit riya, ujub, dan sum’ah. 4. Memperbanyak amal-amal rahasia, sehingga kita terbiasa untuk beramal karena Allah semata tanpa diketahui orang lain. 5. Menghindari / mengurangi saling memuji, karena dengan pujian terkadang orang jadi lalai hatinya dan menjadi sombong. 6.Berdoa, dengan tujuan agar selalu diberi keikhlasan dan dijauhi dari syirik. Doa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw : “Allahumma innii a’udzubika annusyrikabika syaian a’lamuhu wa astaghfiruka lima laa a’lamuhu.” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari syirik kepada-Mu dalam perbuatan yang aku lakukan dan aku memohon ampun ke-pada-Mu terhadap apa yang tidak aku ketahui.)[10]
Akhi fillah, setelah kita memahami esensi dari sebuah kelurusan niat dalam setiap amal kita, mari kita bersama senantiasa menjaga kelurusan niat-niat kita. Amal sekecil apapun itu dan siapapun kita, maka Alloh melihat hati kita dan amal perbuatan kita bukan yang lain. Tanda-tanda keikhlasan bagi seorang da’I nampak dari dirinya yang tidak menginginkan sesuatu dari dakwah ini kecuali karena Alloh semata. Ia tidak ingin mendapatkan status sosial yang tinggi. Ia tidak banyak memikirkan apakah posisinya tinggi atau tidak dikenal di antara manusia. Dia tidak merasa peduli dengan manusia dan sanjungan dari mereka. Ia tidak berusaha untuk mendapatkan rasa takjub dari mereka. Ia tidak mengharap pujian dan penghormatan dari mereka. Hal ini tidak berarti bahwa dia berharap untuk mendapat celaan dari manusia atau prasangka buruk dari mereka. Tidak begitu. Tetapi seyogyanya ia menapaki jalan dakwah pada jalan yang lurus dan tidak mengharapkan kecuali pahala dari Alloh semata. Dia tidak berusaha untuk mendapatkan keuntungan berupa harta yang banyak dari dakwah ini. Sebab alangkah jeleknya orang yang mengira bahwa dirinya hanya menghendaki Alloh dan keridhaan-Nya, padahal sebenarnya mereka hanya mengharapkan kepada dinar dan dirham. Keikhlasan seorang da’I menjelma dalam sikapnya yang merasa gembira apabila tercapai keberhasilan dari tangan orang lain sebagaimana dia merasa gembira kalau keberhasilan itu dicapai dengan tangannya sendiri. Dia tetap akan melakukan amalnya walaupun harus ditinggalkan sendirian oleh saudaranya, karena di yakin Alloh bersamanya. Jika ini terjadi dalam diri kita, maka karakter kader dakwah yang muntij (produktif), insya Alloh akan muncul dalam diri kita. Teruslah beramal dengan ilmu dan kelu-rusan niat. Wallahu musta’an.
Komentar (1) | Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 08 Januari 2007
|
|
Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar dapat meraih keunggulan dalam pekerjaan kita.
Tak semua orang terpanggil untuk menekuni pekerjaan profesional atau spesialisasi; bahkan lebih sedikit lagi yang naik ke tingkat kejeniusan dalam seni dan ilmu; banyak yang menjadi pekerja di pabrik, ladang, dan jalanan. Tapi, tak ada pekerjaan yang tak berarti.
Semua pekerjaan yang mengangkat kemanusiaan itu memiliki martabat dan
kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh.
Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis syair.
Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni langit
dan bumi sejenak berhenti untuk berkata, "Di sini hidup seorang
penyapu jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik."
~Marthin Luther King Jr.~
Komentar (0) | Selengkapnya...
|
|
|
Minggu, 07 Januari 2007
|
|
Berikut merupakan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari binatang yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Ini memang bukan kajian ilmiah yang mendalam, hanya merupakan kajian awam dan sepintas, namun bukan berarti dan belum tentu makna serta hikmahnya sesederhana apa yang kita pikirkan.
Cicak: merupakan makhluk yang menempel di dinding. Makanannya nyamuk yang beterbangan. Dalam kondisi dan keadaan seperti itu, cicak tidak pernah terlihat stress dan berputus asa dalam mencari rezekinya. Ia sangat sabar, ulet, dan gigih. Dari cicak kita bisa belajar sikap sabar, gigih, dan tak putus asa.
Unta: merupakan makhluk yang bisa bertahan dan menempuh perjalanan di padang pasir selama berhari-hari. Ia bisa menyimpan persediaan makanan dan air dalam tubuhnya hingga berhari-hari. Sekali minum, unta bisa menghabiskan lebih dari seratus liter air. Air itu disimpan dalam tubuhnya untuk persediaan jangka panjang dan tidak hanya untuk kepuasan sesaat. Dari makhluk ini kita bisa belajar sikap hemat, tidak boros, dan rajin menabung.
Semut: Setiap kali mereka bertemu satu sama lain, mereka pasti terlihat saling menyapa atau mungkin bersalaman. Mereka tidak cuek atau acuh tak acuh terhadap sesama semut. Selain itu, mereka juga sangat kompak dalam mengerjakan sesuatu. Ketika membawa makanan menuju sarangnya, semua bekerja dan bergotong royong, tidak ada yang korupsi di tengah jalan. Dari semut kita bisa belajar tentang jiwa sosial, kerja sama, dan tanggung jawab.
Lebah: Binatang ini memakan makanan yang baik dan menghasilkan produk yang baik pula. Lebah memakan sari bunga dan kemudian menghasilkan madu. Sari bunga adalah bahan makanan yang baik dan madu adalah produk yang baik pula, bahkan menjadi obat bagi manusia. Binatang ini mengajari kita agar senantiasa menghindari segala makanan dan rezeki yang jelek dan haram agar kita bisa berbuat atau menghasilkan sesuatu yang baik.
Ayam Jago: Binatang ini berkokok di pagi hari, memberitahu makhluk lain –termasuk manusia— bahwa fajar telah tiba. Ia sangat disiplin dan semangat dalam menjalankan tugasnya. Binatang ini seolah memberitahukan dan mengajarkan kepada kita bahwa tepat waktu itu sangat penting dan memulai hari haruslah dengan semangat dan tekad yang kuat, bukan kemalasan.
Burung: Binatang ini bertasbih dengan mengepakkan atau mengembangkan sayapnya. Allah swt. berfirman, “Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nur 24: 41). Burung mengajari kita agar memenuhi setiap langkah dan gerak kita dengan zikir dan tasbih kepada Allah SWT.
Source: http://suko.web.id
Komentar (0) | Selengkapnya...
|
|
|
Minggu, 07 Januari 2007
|
|
Ingatlah, meskipun kejujuran adalah segalanya, tidak semua orang di Internet melakukan hal tersebut.
Jadi, ketika kamu sedang menggunakan Internet atau chatting, berhati-hatilah. Kamu tidak akan pernah tahu ketika ada orang yang mengaku a/s/l (age/sex/location) - nya adalah 19/f/jkt dan mahasiswi, sebenarnya adalah 40/m/somewhere dan pengangguran.
Janganlah mudah terpengaruh dengan data-data pribadi orang lain di Internet yang menarik perhatianmu. Di Internet banyak sekali orang iseng yang berpura-pura menjadi orang lain, entah menjadi lebih muda/tua ataupun mengaku perempuan/lelaki hanya untuk bercanda dan menjahili orang lain, hingga untuk menjebak atau membuat malu orang lain.
Waspadalah dengan siapapun yang ingin tahu terlalu banyak. Tidak ada satupun aturan di dunia yang mengharuskan kamu untuk bercerita jujur tentang jati diri kamu kepada orang lain di Internet. Simpanlah baik-baik informasi tentang nama kamu, usia, alamat rumah, alamat sekolah dan nomor telepon. Jangan pedulikan permintaan dari orang yang baru kamu kenal di Internet. Percayakan pada insting kamu, jika seseorang membuat kamu tidak nyaman, tinggalkan saja.
Curahkan perasaanmu pada sahabatmu. Jika kamu berencana bertemu dengan seseorang yang kamu kenal di Internet, ajaklah sahabatmu atau orang yang kamu percaya untuk menemanimu. Mintalah juga agar orang yang akan kamu temui tersebut untuk mengajak temannya. Mungkin ini kedengarannya aneh, tetapi ini sesungguhnya adalah cara yang jitu untuk keamananmu.
Pastikan agar sahabatmu di dunia nyata mengetahui apa yang tengah kamu pikirkan atau lakukan. Bahkan jika kamu ada masalah, baik terhadap keluarga, sekolah maupun pacar, ceritakanlah pada sahabat atau orang yang kamu percaya di kehidupan nyata, bukan yang hanya kamu kenal di Internet. Bercerita kepada sahabatmu di kehidupan nyata jauh lebih baik dan lebih terpercaya daripada seseorang asing yang kamu kenal di sebuah chat room.
Jika kamu menerima kiriman e-mail, file ataupun gambar-gambar yang isinya mencurigakan dari seseorang yang kamu tidak kenal dan kamu tidak percaya, langsung hapus saja kiriman-kiriman tersebut. Perlakukan kiriman tersebut seperti layaknya sebuah e-mail sampah. Kamu bisa mendapatkan rugi yang besar hanya gara-gara mempercayai seseorang yang sama sekali belum pernah kamu temui atau kenali. Hal tersebut juga berlaku pada link atau URL yang tampak mencurigakan. Janganlah kamu meng-klik apapun yang tidak kamu yakini sumbernya dan keamanannya, walaupun dengan alasan sekedar ingin mencari jawab atas rasa keingin-tahuanmu.
Jauhi chat room atau mailing-list yang isinya provokatif ataupun berisi hal-hal negatif lainnya. Jangan mudah terperdaya rayuan-rayuan seseorang di Internet yang mencoba mempengaruhi kamu agar menjadikannya seorang teman sebagaimana dalam kehidupan sehari-hari. Jangan pula mudah terpancing dengan provokasi seseorang yang memanas-manasi kamu untuk bertengkar di Internet. Jika kamu mencoba-coba mencari masalah di Internet, kamu akan mendapatkannya, dan segala sesuatunya akan lepas kendali secara cepat. Kerugianlah yang akhirnya akan kamu dapatkan. Komentar (1) | Selengkapnya...
|
|
|