|
Setelah kemarin menikmati poelang kampoeng, gwa hari ini terdiam sejenak. Gwa sekilas merenung tentang esok hari. Gwa tak ingin melewatkan hari2 kemarin begitu saja. Menikmati karya terbaik dari Sang Pencipta. Pemandangan menghijau nan indah. Tanah, gunung, air, sawah, pohon, everythink... Semua yang tampak slalu terasa indah di mataku. Gwa merasa begitu damai. Serasa sekali kesejukan di hati. Serasa sekali jauh dari kesan penat dan capai. Menikmati jengkal demi jengkal tanah kelahiranku. Melihat dan mendengar burung saling bernyanyi bersahutan. Mereka terasa begitu riang. Meloncat dari satu dahan ke dahan lain. Begitu bebas. Bebas sekali. Terkadang gwa merasa iri, ingin rasanya gwa ikut mereka. Yang tak kenal lelah mengepakkan kedua sayapnya. Berkumpul dan bermain bersama keluarga tercinta. Dan menikmati kebebasan dengan riangnya. Tapi, gwa begitu takut. Gwa takut kehilangan semuanya ini. Dan gwa juga takut. Tatkala esok gwa kembali lagi kesana, Tak tampak lagi sawah2ku, pohon2ku, tanahku, air jernihku...
Juga sambutan hangat burung2 yang slalu bernyanyi merdu. Gwa begitu takut akan kehilangan kampoeng halamanku. Kampoeng tempat gwa dilahirkan, dibesarkan. Tempat dimana terisi hari2 indah gwa bersama orang2 yang slalu lekat di hati. Gwa tak dapat membayangkan, Bagaimana tanah dan sawah2ku berganti menjadi gedung2 tinggi pencakar langit. Sehingga tak ada lagi nuansa hijau disana. Tak ada lagi yang tampak indah... Ah... sudah terlampau jauhkah gwa berkahayal hari ini ???
Komentar (6) | Selengkapnya...
|